Imam Khomeini dilahirkan pada 24 September 1902. Ini artinya usia beliau adalah 77 tahun saat memimpin Revolusi Islam Iran, sebuah usia yang tidak lagi muda dan tergolong senja. Jika dikatakan bahwa revolusi yang dipimpinnya bertujuan untuk dirinya sendiri baik secara ekonomi (untuk memperkaya dirinya sendiri) maupun politik (untuk kekuasaan dirinya sendiri) maka dengan usia tersebut dapat dikatakan sangatlah kurang mampu diterima oleh akal sehat.
Dan pernyataan di atas terbukti dengan pengganti setelah Imam Khomeini adalah Imam Ali Khamenei yang bukanlah anak atau saudara kandung dari Imam Khomeini.
Imam Khomeini membangun Revolusi Islam Iran dan membangun sistem pemerintahan yang dikenal dengan nama wilayatul fakih yang menempatkan ulama yang dipilih oleh dewan ulama sebagai pemimpin tertinggi negara dengan presiden sebagai eksekutif yang dipilih oleh rakyat secara demokratis melalui pemilu.
Sebelum Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, Imam Khomeini diasingkan sekitar 14 tahun dari Iran.
Lalu bagaimana bisa Imam Khomeini mampu menggulingkan Pahlevi yang memiliki kekuatan militer yang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar